Friday, 8 February 2019

Prinsip Pokok Pembelajaran Abad ke-21


Prinsip Pokok Pembelajaran Abad ke-21
Nichols (2013) menyederhanakan prinsip pembelajaran abad ke-21 menjadi empat hal berikut
ini.
1.         Instruction should be student-centered
Pembelajaran seyogyanya menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa. Siswa sebagai subyek pembelajaran yang secara aktif mengembangkan minat dan potensinya. Siswa tidak dituntut menghafal materi pelajaran yang diberikan guru, tetapi mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, sesuai dengan kapasitas dan tingkat perkembangan berfikirnya, serta diajak berkontribusi untuk memecahkan masalah-masalah nyata yang terjadi di masyarakat. Hal ini bukan berarti guru menyerahkan kontrol belajar kepada siswa sepenuhnya namun intervensi guru masih tetap di perl ukan.

Guru berperan sebagai fasi l itator yang berupaya membantu mengaitkan pengetahuan awal (prior knowledge) yang telah dimiliki siswa dengan informasi baru yang akan dipelajarinya, memberi kesempatan siswa untuk belajar sesuai dengan cara dan gaya belajarnya masing-masing, dan mendorong siswa untuk bertanggung jawab atas proses belajar yang dilakukannya. Guru juga berperan sebagai pembimbing, yang berupaya membantu siswa ketika menemukan kesulitan dalam proses mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya.

2.         Education should be collaborative
Siswa harus dibelajarkan untuk bisa berkolaborasi dengan orang lain, yang berbeda latar budaya dan nilai-nilai yang dianutnya. Siswa perlu didorong untuk bisa berkolaborasi dengan teman¬teman di kelasnya dalam menggali informasi dan membangun makna, menghargai kekuatan dan talenta setiap orang serta bagaimana mengambil peran dan menyesuaikan diri secara tepat dengan mereka. Sekolah (termasuk di dalamnya guru) seyogyanya dapat bekerja sama dengan lembaga pendidi kan (guru) l ai nnya di berbagai bel ahan duni a untuk sal i ng berbagi i nformasi dan pengal aman tentang praktik dan metode pembelajaran yang telah dikembangkannya, dan bersedia melakukan perubahan metode pembelajarannya agar menjadi lebih baik.
3. Learning should have context
Materi pelajaran perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa karena pembelajaran tidak akan banyak berarti jika tidak memberi dampak terhadap kehidupan siswa di luar sekolah.
Guru perlu mengembangkan metode pembelajaran yang memungkinkan siswa terhubung dengan dunia nyata (real word). Guru juga perlu membantu siswa agar dapat menemukan nilai, makna dan keyakinan atas apa yang sedang dipelajarinya serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari¬harinya.
4. Schools should be integrated with society
Sekolah seyogyanya dapat memfasilitasi siswa untuk terlibat dalam lingkungan sosialnya, dalam upaya mempersi apkan siswa menj adi warga negara yang bertanggung j awab. Siswa dapat dili batkan dalam berbagai pengembangan program yang ada di masyarakat, seperti: program kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan sebagainya. Selain itu, siswa perlu diajak pula mengunjungi panti-panti asuhan untuk melatih kepekaan empati dan kepedulian sosialnya. Dengan kekuatan teknologi dan internet, siswa saat ini bisa berbuat lebih banyak lagi. Ruang gerak sosial siswa tidak lagi hanya di sekitar sekolah atau tempat tinggalnya, tapi dapat menjangkau lapisan masyarakat yang ada di berbagai belahan dunia.
PERAN GURU
Sebagai seorang guru, kita harus menyiapkan anak didik kita untuk memiliki keterampilan abad ke-21. Seorang guru perlu menguasai berbagai bidang, mahir dalam hal pedagogi termasuk inovasi dalam pengajaran dan pembelajaran, memahami psikologi pembelajaran dan memiliki keterampilan konseling, mengikuti perkembangan tentang kebijakan kurikulum dan isu pendidikan, mampu memanfaatkan media dan teknologi baru dalam pembelajaran, dan tetap menerapkan nilai¬nilai untuk pembentukan kepribadian dan akhlak yang baik.
Banyak faktor yang berkontribusi terhadap kinerja akademik siswa, termasuk karakteristik individu dan pengalaman keluarga. Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa, di antara faktor¬faktor yang berhubungan dengan sekolah, guru adalah faktor paling penting. Guru yang berkualitas tinggi adalah yang memiliki pengaruh kuat terhadap prestasi siswa. Sekalipun teknologi di era digital berkembang sangat pesat, namun peran guru dan tenaga kependidikan masih tetap memiliki peran sentral, tidak peduli bagaimana konsep pendidikan. Peran guru dalam abad ke-21 harus bergeser dari berpola “penanam pengetahuan”, menuju peran sebagai pembimbing, pengarah diskusi dan pengukur kemajuan belajar siswa (Hampson, et al., 2011).
Tujuan utama dari pembelajaran abad ke-21 adalah membangun kemampuan belajar individu dan mendukung perkembangan mereka menj adi pebelajar sepanjang hayat, aktif, pebelajar yang mandiri; oleh karena itu guru perlu menjadi 'pelatih pembelajaran' – sebuah peran yang sangat berbeda dari guru kelas tradisional. Guru sebagai pelatih pembelajaran akan memberikan bimbingan untuk membantu siswa dal am mengembangkan keterampi lan dan menawarkan berbagai dukungan yang akan membantu siswa mencapai tujuan belajar mereka. Guru sebagai pelatih pembelajaran akan mendorong siswa untuk berinteraksi dengan pengetahuan - untuk memahami, mengkritisi, memanipulasi, mendesain, membuat dan mengubahnya.
Guru perlu memperkuat keingintahuan intelektual siswa, keterampilan mengidentifikasi dan memecahkan masalah, dan kemampuan mereka untuk membangun pengetahuan baru dengan orang lain. Guru di abad ke-21 bukanlah guru yang mahir dalam setiap topik dalam kurikulum, namun harus menjadi ahli dalam mencari tahu bersama-sama dengan siswa mereka, tahu bagaimana melakukan sesuatu, tahu bagaimana cara untuk mengetahui sesuatu atau bagaimana menggunakan sesuatu untuk melakukan sesuatu yang baru. Peran penting seorang guru abad ke-21 adalah peran mereka sebagai role model untuk kepercayaan, keterbukaan, ketekunan dan komitmen bagi siswanya dalam menghadapi ketidakpastian di abad ke-21.
PENUTUP
Mempersiapkan siswa untuk bekerja, menjadi warga negara yang baik dan mampu menghadapi kehidupan di abad ke-21 merupakan suatu perjuangan. Globalisasi, teknologi, migrasi, kompetisi internasional, perubahan pasar global, lingkungan transnasional dan perubahan politik semuanya mengarah pada kebutuhan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan oleh siswa untuk dapat sukses pada abad ke-21. Diperlukan pendekatan baru yang dapat mengakomodasi
karakteristik siswa saat ini dalam pembelajaran di kelas, sejak mereka pada tahap awal pendidikan formal, tidak perlu menunggu sampai mereka di jenjang perpendidikan tinggi. Hal ini menjadi fokus bahan kajian atau penelitian untuk mengembangkan ragam kurikulum, pendekatan, model, strategi, metode, penilaian dan segala hal terkait, yang efektif dalam penyiapan kompetensi dan keterampilan siswa menuju abad ke-21.
Setelah mengetahui secara sekilas tentang berbagai hal terkait keterampilan abad ke-21, penelitian apakah yang bisa kita lakukan sebagai upaya berkontribusi terhadap penyiapan sumber daya yang memiliki keterampilan tersebut? Saat ini berkembang berbagai penelitian terkait keterampilan abad ke-21, bahkan terdapat jurnal internasional yang berfokus pada keterampilan abad ke-21 seperti Problems of Education in the 21st Century. Mari kita diskusikan bersama ....
DAFTAR RUJUKAN
Ananiadou, K. and Claro, M. 2009. 21st Century Skills and Competences for New Millennium Learners in OECD Countries. OECD Education Working Papers, No. 41. Paris, OECD Publishing.
Barrett, M., Byram, M., Lázár, I., Mompoint-Gaillard, P. and Philippou, S. 2014. Developing Intercultural Competence through Education. Pestalozzi Series No. 3. Strasbourg, Council of Europe Publishing.
Barron, B. and Darling-Hammond, L. 2008. Teaching for meaningful learning: a review of research on inquiry-based and cooperative learning. L.
Barry, M. 2012. What skills will you need to succeed in the future? Phoenix Forward (online). Tempe, AZ, University of Phoenix.
Bialik, M. and Fadel, C. 2015. Skills for the 21st Century: What Should Students Learn? Center for Curriculum Redesign Boston, Massachusetts. www.curriculumredesign.org
Bolstad, R. 2011. Taking a ‘Future Focusin Education – What Does It Mean? NZCER Working Paper. Wellington, New Zealand Council for Educational Research.
Carneiro, R. and Draxler, A. 2008. Education for the 21st century: lessons and challenges. European Journal of Education, Vol. 43, No. 2, pp. 149-160.
Cornell University Center for Teaching Excellence. 2014. Using Effective Questions (online).
www.cte.cornell.edu/teaching-ideas/engaging-students/using-effective-questions.html
Darling-Hammond, B. Barron, P.D. Pearson, A.H. Schoenfeld, E.K. Stage, T.D. Zimmerman, G.N.
Cervetti and J.L. Tilson (eds), Powerful Learning: What We Know About Teaching for
Understanding. San Francisco, Calif., Jossey-Bass/John Wiley & Sons.
Davies, A., Fidler, D. and Gorbis, M. 2011. Future Work Skills 2020. Palo Alto, Calif., University of Phoenix Research Institute.
Delors, J., Al Mufti, I., Amagi, I., Carneiro, R., Chiung, F., Geremek, B., Gorham, W., Kornhauser,
A., Manley, M., Padrón Quero, M., Savané, M-A., Singh, K., Stavenhagen, R., Won Suhr, M.
and Nanzhao, Z. 1996. Learning: The Treasure Within: Report to UNESCO of the
International Commission on Education for the Twenty-First Century. Paris, UNESCO.
Furlong, J. and Davies, C. 2012. Young people, new technologies and learning at home: taking
context seriously Oxford Review of Education, Vol. 38, No. 1, pp. 45-62.
Griffin, P., McGaw, B. and Care, E. (eds). 2012. Assessment and Teaching of 21st Century Skills. Dordrecht, NL, Springer.
Hampson, M., Patton, A. and Shanks, L. 2011. Ten Ideas for 21st Century Education. London, Innovation Unit.
Herring, S. 2012. Transforming the workplace: critical skills and learning methods for the successful 21st century worker. Big Think (online). http://bigthink.com/expertscorner/transforming-the-workplace-critical-skills-andlearning-methods-for-the-successful-21st-century-worker.
Nichols, J. 2013. 4 Essential Rules of 21st Century Learning. [Online]. Tersedia di: http://www.teachthought.com/learning/4-essential-rules-of-21stcentury-learning/. Di akses 5 Desember 2016.

No comments:

Post a Comment

CARA MENGAJAR YANG EFFEKTIF

CARA MENGAJAR YANG EFFEKTIF Guru yang paling efektif memvariasikan gaya mereka tergantung pada sifat materi pelajaran, fase kursus, ...